To Understand Hatred

Blame everything to me, because I am poor, I am stupid, I don’t understand what you have said, that’s why I have been mistaken. And then suddenly I am become a mistake to you, even my whole life and my existence is a mistake! What an emotional sentences I have above. Have you ever felt … Continue reading To Understand Hatred

Advertisements

Di ketinggian, sekitar 400 meter menuju 3.676 meter diatas permukaan laut, aku menengadah kelangit, mencari bulan yang kuharap bisa dijadikan penghiburan. Kudapati bulan tersebut berwarna kuning terang, hampir menjingga, bulat sempurna di dini hari tanggal 13 Juli 2016. Supaya tidak tertidur karena menikmati bulan di atas tingkat kemiringan yang super miring, aku mengalihkan pandanganku ke … Continue reading Mungkin Kemenangan Memang Dekat Dengan Kematian

Mungkin Kemenangan Memang Dekat Dengan Kematian

Di Penjara Anak, Aku Bebas

Di depan tembok bangunan setinggi kurang lebih 10 meter berwarna biru, aku berdiri. Bangunan tersebut, saat itu hampir satu warna dengan langit. Tak ada gumpalan awan putih maupun kelabu. Namun bangunan tinggi berwarna biru itu, entah mengapa lebih menyerupai abu-abu, entah di mata atau di kepalaku. Abu-abu karena bangunan tersebut menyimpan rahasia yang juga abu-abu. … Continue reading Di Penjara Anak, Aku Bebas

Kisah Saya di Penjara (Saat Kenakalan di Anggap Tindakan Kriminal)

Cerita ini ditulis ulang berdasarkan penuturan seorang anak yang menjalani masa hukuman di LAPAS ANAK Bandung. Adapun nama yang tertulis di palsukan untuk menjaga privasi. Aku Alvan. Saat ini aku berusia 16 tahun. Sudah beberapa bulan ini aku menjalani kehidupan tidak normal, yaitu hidup di penjara anak, meskipun kehidupan ku sebelum disini mungkin tidak bisa dibilang normal … Continue reading Kisah Saya di Penjara (Saat Kenakalan di Anggap Tindakan Kriminal)

Mungkin Akal Manusia lah yang Mengancam Keberlangsungan Hidup Manusia (Punah)

Bersama angin aku termenung, memikirkan kata-kata yang tertulis pada layar putih seperti kertas. Ada kata-kata tertuang diatasnya. Tulisan digital. Tak ada tinta. Hanya goresan kombinasi warna pada layar computer yang luar biasa berguna. Cerdas dalam memvisualisasikan sesuatu, agar bisa dipahami oleh manusia. Manusia sendiri hanya bisa mengutarakan sesuatu dengan suara. Kata-kata yang di ucapkan, menjadi … Continue reading Mungkin Akal Manusia lah yang Mengancam Keberlangsungan Hidup Manusia (Punah)

Perjalanan Pikiran Pagi, Segamang Siang, Melampaui Malam

Bersediakah kau ceritakan padaku tentang pagi yang membangunkanmu setiap hari? Maksudku, perasaanmu. Tentang apa saja yang kau pikirkan. Apakah otak mu langsung bekerja saat kau membuka mata, atau fisikmu yang menjalankan kebiasaan-kebiasaan mu saat pagi tiba? Aku sendiri sulit menerka, apakah otak atau fisik yang bekerja saat pertama aku membuka mata. Namun, aku memiliki gambaran, … Continue reading Perjalanan Pikiran Pagi, Segamang Siang, Melampaui Malam

Akui Saja, Kita Ini Sapiens Tidak Murni

Kita manusia selalu mencari musuh yang sebanding. Yang berwujud, realistis, dan bisa dikalahkan. Kemungkinan besar ketika kita melihat orang lain dengan kemampuan yang melebihi kita, kita akan lebih senang jika orang tersebut menjadi guru kita, jika kita melihat orang lain dengan kemampuan yang berada dibawah kita, kita ingin mengajari mereka. Namun jika kita melihat kemampuan … Continue reading Akui Saja, Kita Ini Sapiens Tidak Murni

Saat ‘Nama Baik’ Lebih Penting Dari Kebaikan

Kita, manusia, terkadang melupakan kebaikan. Terkadang kita menjaga sebuah ‘nama baik’ dengan melakukan sesuatu yang tidak baik. Banyak hal yang kurang  baik diperbuat suatu golongan, institusi pendidikan, bahkan keluarga untuk menjaga nama baik. Penjagaan nama baik suatu golongan, partai, misalnya. Para petinggi bisa menyingkirkan siapa saja yang mencoreng nama baik partai. Institusi pendidikan misalnya bisa … Continue reading Saat ‘Nama Baik’ Lebih Penting Dari Kebaikan

Kopi Hitam Tengah Malam : ANALOGI IDENTITAS

Beberapa orang bilang aku tidak beruntung seperti yang lainnya. Oleh karena itu, ketika aku mengharapkan sesuatu, mereka selalu memintaku mengingat lagi dan lagi, mengenai siapakah aku, dari mana, dan apakah aku pantas mendapatkan sesuatu yang kuharapkan tersebut. Perlakuan tersebut membuatku terkadang tak ingin berharap sesuatu apapun pada mereka. Aku menyimpannya, dalam kebisuan, kenihilan suara yang … Continue reading Kopi Hitam Tengah Malam : ANALOGI IDENTITAS