Kelitik Politik

minorities-and-politics-d57407161e09a5ed801d8a1bb2e5f676Orang pertama yang sangat ku kagumi di seantero muka bumi sempat berkata :

“Jangan pernah bicara tentang uang, politik, agama”. Dulu aku tidak pernah bertanya kenapa. Tapi sepertinya jawabannya menghampiri sendiri, seperti hantu yang bersembunyi di antara celah-celah rak buku, bikin hawatir dan takut. Sekalipun tidak secara gamblang tertulis jawabannya namun akal ku selalu membentuk sebuah kesimpulan, meskipun kuakui, sedikit subjektif.

Namun menurut pandangan dialektik,  pada akhirnya subjektifitas akan membentuk objektifitas selama reasonable dan make sense, yeah. Selamat.

Kembali ke uang, politik dan agama. Aku mencoba meringkas ketiga kata itu menjadi satu kata saja yang berarti, namun mencakup ketiganya. Mari kita bahas politik saja, karena uang dan agama sudah pasti ada didalamnya. Percaya? Mari kita bahas politik dengan cara yang menyenangkan. Bukan basis pengertian berdasarkan Bahasa latin atau kamus besar Bahasa India.

Politik itu busuk, katanya. Aku yang ngefans berat sama bapak pengetahuan dan sahabat-sahabatnya (Plato, Socrates, etc), suka sedih dengar orang-orang seenaknya bilang politik itu busuk, meskipun pada kenyataannya politik yang ada dikita memang busuk. Tapi kebusukan itu, katanya upaya untuk mewujudkan keadilan sosial.

Kebanyakan orang belum pernah mendengar kata-kata mutiara ini, yang menjadi motto hidup ku :

“Cara kita memperoleh sesuatu menentukan sifat atau karakter sesuatu yang kita peroleh”.

Contohnya, kalau kita igin mendapatkan kekuasaan dengan curang, ya kekuasaan yang kita dapatkan juga akan mencurangi kita. Lebih jelasnya lagi orang yang money politik waktu campaign pasti korupsi. karena dia akan berusaha memperoleh kembali harta nya yang sudah dikorbankan. Akhirnya pada dasarnya dia tidak memiliki kekuasaan, melainkan hanya memiliki uang. Ketika ada orang lain lebih kredibel untuk berkuasa, dia yang menggunakan uang untuk berkuasa pasti dengan mudah bisa dijatuhkan. Akhirnya kecewa. Mending kalau kuat iman. Kalau gak kuat iman, ya pasti akan jadi setan, akan berusaha lebih curang lagi, segala cara dihalalkan asal menang, berkuasa.

Kalau si pemain curang ini sudah buta mata (yang kebanyakan dialami oleh politisi kita), apapun bisa jadi alat politik, uang, sampai sesuatu yang kita anggap sakral : agama. Bagaimana tidak? Aku sendiri sudah memiliki perspektif bahwa agama itu adalah alat hegemoni, aturan yang digunakan untuk melanggengkan kekuasaan suatu kelompok tertentu, meskipun pada awalnya agama itu mulia, tapi zaman seperti ini agama bahkan memiliki nilai mata uang, diperjual belikan. See, sudah ada keterkaitan antara politik, agama dan uang.

Politik itu luas. Bahkan seluas muka bumi. Tidak ada satupun negara yang tidak berpolitik. Aku bahkan sering membayangkan bahwa evolusi itu merupakan tindakan politik alam (maaf agak absurd). Tapi mungkin memang begitu kenyataannya.

Tulisan ini dibuat sebenarnya untuk menanggapi hasil investigasi Allan Nairn, jurnalis kelahiran US, seorang aktivis HAM yang berjuang melawan gerakan totalitarian. Hasil investigasinya di muat di Tirto.id, yang membuatku percaya tidak percaya. Masalahnya adalah maneuver politik yang menggelitik, sampai-sampai aku berpikiran tulisan yang di muat itu juga merupakan upaya politik karena tulisan seperti itu jarang sekali diungkap, malah harusnya menjadi arsip rahasia. Apa lagi salah satu nara sumber diberitakan secara suka rela memberi kesaksian terkait strategi, dalang-dalang utama upaya makar, pencabutan kekuasaan Pak Jokowi. Kelitik-kelitik politik, gerakan-gerakan ciamik, upaya kolaborasi dengan partai republic, sangat menarik. Jangan ketinggalan, mari kita berpolitik, tapi yang asik-asik.

 

minorities-and-politics-d57407161e09a5ed801d8a1bb2e5f676

Advertisements

7 thoughts on “Kelitik Politik

  1. Saya rasa Agama adalah kepala, semua harus bersumber dari Agama… Agama mengajarkan berpolitik, agama mengajarkan ekonomi (uang) dan lain sebagainya, sampai hal terkecil pun Agama ajarkan contohnya seperti tatacara makan dan minum yang baik. Saya tidak setuju dengan anggapan bahwa uang dan agama ada didalam politik,,,, menurut saya seharusnya Politik dan uang yang berada dalam Agama, mengapa demikian? Karena cara untuk berpolitik dan uang (ekonomi) semuanya sudah diajarkan di dalam Kitab suci terutama dalam Al-qur’an dan Hadist yang telah turun sejak 1400 tahun yang lalu. Sebagai seorang muslim saya wajib mempercayai kebeneran dan keyakinan kitab suci. Karena kitab suci bukan karangan manusia, melainkan Firman Tuhan yang disampaikan kepada RasulNya… Thanks

    Liked by 1 person

    • Hallo Kang Roni ^^. Thanks for reading. And thanks buat commentnya. sepertinya aku harus belajar dari kitab suci juga, dan menandai mana firman dan hadist yang memang politik terpetakan didalamnya. Mohon maaf apabila ada kesalahan dari apa yang aku ketahui, bahwasannya Agama tidak mengajarkan politik, melainkan ajaran kebaikan bagi manusia. Saya juga setuju bahwa kita memang harus yakin akan kitab suci, namun interpretasi dari setiap ayat tentu akan subjektif. secara ideal agama memang harus berada diatas politik, namun pada kenyataannya, di negeri kita ini tidak begitu ^^.

      Like

  2. Aku pribadi tidak tau soal itu Ren, mungkin iya (berpolitik), mungkin jg tidak. Karena banyaknya pemahaman yang berbeda. Btw, aku non muslim (buddha NSI), dalam agamaku hanya mengajarkan bahwa inti dalam hidup : memasrahkan jiwa raga terhadap alam semesta. Berusaha untuk mencapai kesempurnaan dalam kebajikan. Hal yg utama “hukum karma /sebab akibat”. Ya, politik atau apapun itu intinya hanya kebaikan diri sendiri dan orang lain. Aku pribadi belum dan mungkin tidak akan pernah tertarik dgn politik di Indonesia..

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s